Pemboman Misterius Marak saat Pengguna Jet dan Drone Siluman Semakin Banyak, Saatnya Dilarang Terbang?

Dalam beberapa tahun ini pengguna jet tempur dan drone siluman yang tidak bisa dilacak dengan radar semakin banyak.

Dan menjadi tidak kebetulan banyak kejadian pemboman yang menewaskan warga sipil terjadi.

Beberapa di antaranya diakui oleh pelakunya seperti Amerika Serikat di Somalia.

Sebelumnya, hampir tiap hari terjadi pemboman di Pakistan. Belakangan diketahui ternyata ulah drone yang terbang tinggi dan melalui jalur di luar jangkauan radar melakukan serangan ekstrajudisial kepada siapapun yang dinilai AS pendukung Alqaeda.

Namun, belakangan serangan-serangan itu memicu instabilitas karena banyak keluarga korban menolak disebut berhubungan dengan tuduhan yang disampaikan.

Belakangan, Pakistan memperkuat rudal penangkis udaranya dan kejadian menjadi berkurang.

Namun, banyak negara yang tak sanggup membeli rudal penangkis anti udara.

Akibatnya, kejadian-kejadian misterius kerap terjadi tanpa ada pertanggungjawaban. Bahkan teroris sendiri mengakui perbuatannya.

Bagi negara-negara yang tidak memiliki dana pertahanan yang kuat, harus membuat UU melarang pesawat dan drone siluman di negaranya.

Memang UU tidak serta merta bila mencegahnya, namun sekali atau dua kali kecelakaan alami bisa terjadi dan itu menjadi bukti negara yang bersangkutan menuntut penggunanya, karena sudah punya landasan hukum yang jelas.

Apalagi jika suatu saat, teknologi radar semakin berkembang dan negara yang dilintasi udaranya dapat membuat tuntutan berdasarkan rekaman radar tersebut.

Post a Comment

0 Comments